fbpx
Praktik Growth Hacking Di Masa Krisis

Praktik Growth Hacking Di Masa Krisis

Spread the love

PRAKTIK GROWTH HACKING DI MASA KRISIS

Buku-buku tentang Crisis Management banyak sekali di pasaran.Mana yang paling baik?Kalau menurut saya pribadi, buku-buku management nya Peter Drucker, atau buku-buku leadershipnya Jack Welch, Simon Sinek, Malcolm Gladwell sdh mengcover apa yang perlu dilakukan di masa-masa krisis seperti ini.

Jika ingin yang lebih spesifik silahkan search buku-buku dengan topik Business Continuity Plan (BCP) sebagai guideline perusahaan atau enterprise untuk menghadapi situasi krisis seperti ini.

Biasanya sih, yang punya BCP, Contingency Plan, Resilience Strategy dan lain-lain adalag bisnis yang sudah mapan. Sudah gak mikir gimana gaji karyawan dalam 6 bulan, bahkan 12 bulan kedepan.

Kondisi ekstrim nya ketika perusahaan revenue nya anjlok setengahnya bahkan menjadi nol ketika situasi belum normal. Bagaimana jika kita berada disituasi belum mapan situasi finansialnya

Istilahnya buat operasional perusahaan bulan depan saja kita harus berpikir keras, karena sudah tidak ada lagi pemasukan. Iya beda bidang bisnis punya standar nya masing-masing

Kalau mau jujur sebenarnya untuk survive di masa krisis buat UKM ini sangat terbuka peluangnya. Responsif, tapi jangan reaktif.

Kita harus paham benar bagaimana merespon situasi seperti ini, tetap tenang dan tidak grasak-grusuk asal action. Bisa makin memperparah situasi

Sikap pertama adalah, Don’t Deny. Jangan menyangkal jika bisnis kita terdampak. Gak perlu jaim dan pura-pura semua baik-baik saja. Berlarut-larut dalam situasi dan bahkan menyalahkan keadaan

Ini malah akan membuat kita semakin lambat merespon situasi tersebut dan menyianyiakan waktu kita. Terima situasinya, hitung benar berapa loss saat ini dan potential loss nya dalam beberapa bulan kedepan.

Jika kita bertahan di situasi seperti ini dengan tanpa perubahan strategi. Kedua, analisa lagi Product Market Fit dengan situasi yang berubah. Apa yang menyebabkan revenue turun drastis.

Besar kemungkinan sebabnya adalah produk kita bukan menjadi prioritas di masa-masa seperti ini. List semua produk yang jadi kebutuhan di pasar saat ini.

Daftar semua produk atau komoditas yang menjadi kebutuhan paling mendesak di situasi seperti ini

1. Alat perlindungan diri: masker, hand sanitizer, hazmat

2. Logistik dan makanan siap saji selama masa isolasi: beras, gula, garam, teh, kopi, mie instan, catering dll

3. Nutrisi atau suplemen untuk meningkatkan imunitas: Vitamin C, madu, jamu-jamuan, immune booster dll

4. Sarana dan media komunikasi: Internet, aplikasi bertukar pesan, meeting online (seperti Zoom)

5. Antar jemput barang: seperti Go Send, atau kurir lokal

6. Home Entertainment and Education pembunuh kebosanan: Game edukasi, home theatre, rental film online, mainan anak dll

Coba evaluasi lagi produk kita. Apakah sudah FIT dengan kebutuhan market saat ini. Jika sudah tepat, effort marketingnya gak terlalu susah.

Beri tahu orang sebanyak-banyaknya, terutama di wilayah sekitar bisnis kita kalo kita tetap buka dan melayani kebutuhan produk ini. Jika produk kita masuk kategori tidak mendesak ada dua opsi yang bisa kita lakukan.

Totally doing nothing, dengan konsekuensi merumahkan karyawan dan hilangnya revenue. Take action dengan ikut mengambil peran positif dan berkontribusi.

Pertama ini adalah momentum yang tepat untuk melalukan Brand Marketing sambil berbuat kebaikan.

Brand yang kita bicarakan sebelumnya Aulia Fashion memproduksi 13 ribu masker bukan untuk dijual, tapi untuk dibagikan gratis. That’s generosity atau kemurah hatian. Semangat ingin yang besar untuk berbagi di masa krisis

Ada Brand seperti Wings, pemegang Brand merek NUVO yang ikut memproduksi hand sanitizer besar-besaran dan tetap dijual dengan harga wajar lewat saluran distribusi mereka

Atau SOHO pemilik brand IMBOOST yang produknya banyak ditimbun orang, tapi tetap berusaha memproduksi dan menjualnya dengan harga normal, dan mewarning spekulan produknya

Jika kita belum mampu produksi, bisa mengambil peran dibidang distribusinya, penghubung antara produsen dengan market yang membutuhkan. Memberikan gratis itu keren jika kita memang memiliki resource berlebih

Membeli dan menjual lagi dengan untung yang wajar, tidak berlebihan itu juga keren karena bisa membantu memperkecil ruang para spekulan, penimbun kapitalis yang mengambil untung dari penderitaan orang.

Banyak peran yang bisa kita ambil di situasi seperti ini. Mebuat roda bisnis kita tetap berputar sambil membantu ketersediaan barang di market.

Di sisi yang lain, karyawan Anda tetap bisa menerima gaji dengan layak dan tak lagi menjadi beban perusahaan. Jadi perlukah strategi khusus menghadapi situasi krisis seperti ini.

Mengevaluasi lagi produk kita apakah masih fit atau pas dengan kebutuhan pasar bukanlah strategi baru.

Masih strategi yang sama dan ada di modul Pre Launch Marketing (PLM) – Praktik Growth Hacking yang teman-teman sudah beli itu. Strategi disana masih sangat valid untuk diterapkan di situasi seperti ini

Bahkan ini adalah momentum untuk menambah market share bisnis kita jika core bisnis kita sudah match dengan kebutuhan pasar. Meningkatkan volume penjulan, memperluas jangkauan pasar, menambah jumlah customers

Jika belum benar-benar match pun, ini tetap menjadi peluang yang baik untuk growing prospek dan customers. Ketika situasi sudah kembali normal, mereka akan menjadi prospek berkualitas untuk bisnis kita yang lama

Minimal untuk membangun Brand Awareness, membuat Brand Anda dikenal lebih banyak orang lagi. Masalah hanya akan menghampiri orang yang tidak mau bergerak dan terus menyalahkan keadaan

Atau mereka yang sudah paham kalau produk nya sedang gak fit di market, tapi masih membuang-buang resource buat mempromosikannya. Jika kita masuk kategori seperti ini, sungguh diam itu lebih baik

Jadi semua akan dikembalikan lagi ke kita. Strategi masih sama, mulai lagi dengan Product Market Fit. Setelah itu lanjutkan dengan step praktik growth hacking yang lain..

  • Segmentasi dan Targeting
  • Akusisi Pelanggan
  • Aktivasi Pelanggan
  • Retensi Pelanggan
  • Revenue Generation
  • Drive Referrals
  • Evaluasi dan Optim

Insya Allah semua ada di modul penjelasannya

Silahkan di explore ya.

Semoga bisnis teman-teman bisa terus bertahan dan bertumbuh ditengah situasi seperti ini

Stay positive and grow

Salam Nginbound
Sam Ipoel

Note:
Buat yang masih belum punya modulnya masih bisa order di link berikutĀ bit.ly/pesanmodul_plm

Source: KLIK DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *