fbpx
Terus Bergerak Atau Mati Saat Krisis

Terus Bergerak Atau Mati Saat Krisis

TERUS BERGERAK ATAU MATI SAAT KRISIS

Strength dia adalah di banyaknya armada sekaligus driver yang dimilikinya. Dengan kondisi seperti ini, siapa yang mau berpergian karena semua disarankan untuk stay di rumah saja.

Bluebird putar otak. Dengan semua kelebihan yang ia miliki, ia ambil peran menjadi bagian dari rantai distribusi, mau terus bergerak atau mati saat krisis.

Sama seperti peran GoJek dengan GoSend nya. Membantu delivery barang yang benar-benar dibutuhkan saat ini. Dengan hashtag #tetapterjaga ia ingin berkontribusi sambil menjaga roda bisnisnya tetap berputar

Berbisnis di masa krisis seperti ini harus putar otak. Be Agile, jadilah fleksibel dan lincah lah. Agility adalah kelebihan UKM dibanding bisnis-bisnis besar. Jika bisnis gajah sekelas Bluebird saja bisa bergerak lincah, kenapa kita tidak.

Terus Bergerak atau Mari Saat Krisis

Jangan tinggal dalam comfort zone. Identifikasi apa sekarang yang jadi prioritas utama di pasar. Jika core bisnis kita kebetulan bukan menjadi prioritas pasar saat ini, bergeserlah

Ambillah peran untuk produk-produk yg paling diburu pasar. Tak harus menjadi produsen.

Beberapa peran yang bisa kita ambil antara lain:
1. Penghubung produsen. Menjembatani produsen mana yang bisa kita libatkan untuk memenuhi supply tersebut.

2. Membantu mengidentifikasi market yang membutuhkan demand tersebut dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang kita miliki saat ini.

3. Mengupayakan atau ikut mencarikan produk substitusi. Sebagai pengganti produk yang sedang dalam shortage atau langka.

4. Menjadi bagian dari rantai promosi atau affiliasi.

Yang penting adalah mengambil peran. Untuk tetap bergerak. Karena kita belum bisa memastikan kondisi seperti ini akan berlangsung sampai kapan

Sementara kebutuhan pegawai untuk keseharian mereka terus mendesak. Masalahnya tidak semua bisnis UKM kondisi keuangannya sehat.

Bahkan banyak yang sudah menyerah dan gulung tikar. Tidak semua UKM tahan banting dengan kondisi krisis saat ini.

Kuncinya cuma satu. Mau terus bergerak dan mengambil peran. Jika kita tetap bisa berkontribusi dan memberikan value, itu artinya kita memiliki harapan besar.

Bukan hanya harapan untuk bertahan. Bahkan untuk bertumbuh di momentum krisis seperti ini. Sekarang semua pilihan akan dikembalikan lagi ke kita sebagai pelaku bisnis

Apakah menyerah dengan keadaan, atau terus bergerak untuk bisa bertahan dan bertumbuh. Semoga bisnis kita menjadi segelintir bisnis yang mampu bangkit di momentum krisis ini

Semoga sharing ini bermanfaat

Salam Nginbound
Sam Ipoel

Dicuplikkan untuk dari materi Kelas Online Inbound Storytelling
bit.ly/inbound_storytelling

Source: KLIK DISINI

Praktik Growth Hacking Di Masa Krisis

Praktik Growth Hacking Di Masa Krisis

PRAKTIK GROWTH HACKING DI MASA KRISIS

Buku-buku tentang Crisis Management banyak sekali di pasaran.Mana yang paling baik?Kalau menurut saya pribadi, buku-buku management nya Peter Drucker, atau buku-buku leadershipnya Jack Welch, Simon Sinek, Malcolm Gladwell sdh mengcover apa yang perlu dilakukan di masa-masa krisis seperti ini.

Jika ingin yang lebih spesifik silahkan search buku-buku dengan topik Business Continuity Plan (BCP) sebagai guideline perusahaan atau enterprise untuk menghadapi situasi krisis seperti ini.

Biasanya sih, yang punya BCP, Contingency Plan, Resilience Strategy dan lain-lain adalag bisnis yang sudah mapan. Sudah gak mikir gimana gaji karyawan dalam 6 bulan, bahkan 12 bulan kedepan.

Kondisi ekstrim nya ketika perusahaan revenue nya anjlok setengahnya bahkan menjadi nol ketika situasi belum normal. Bagaimana jika kita berada disituasi belum mapan situasi finansialnya

Istilahnya buat operasional perusahaan bulan depan saja kita harus berpikir keras, karena sudah tidak ada lagi pemasukan. Iya beda bidang bisnis punya standar nya masing-masing

Kalau mau jujur sebenarnya untuk survive di masa krisis buat UKM ini sangat terbuka peluangnya. Responsif, tapi jangan reaktif.

Kita harus paham benar bagaimana merespon situasi seperti ini, tetap tenang dan tidak grasak-grusuk asal action. Bisa makin memperparah situasi

Sikap pertama adalah, Don’t Deny. Jangan menyangkal jika bisnis kita terdampak. Gak perlu jaim dan pura-pura semua baik-baik saja. Berlarut-larut dalam situasi dan bahkan menyalahkan keadaan

Ini malah akan membuat kita semakin lambat merespon situasi tersebut dan menyianyiakan waktu kita. Terima situasinya, hitung benar berapa loss saat ini dan potential loss nya dalam beberapa bulan kedepan.

Jika kita bertahan di situasi seperti ini dengan tanpa perubahan strategi. Kedua, analisa lagi Product Market Fit dengan situasi yang berubah. Apa yang menyebabkan revenue turun drastis.

Besar kemungkinan sebabnya adalah produk kita bukan menjadi prioritas di masa-masa seperti ini. List semua produk yang jadi kebutuhan di pasar saat ini.

Daftar semua produk atau komoditas yang menjadi kebutuhan paling mendesak di situasi seperti ini

1. Alat perlindungan diri: masker, hand sanitizer, hazmat

2. Logistik dan makanan siap saji selama masa isolasi: beras, gula, garam, teh, kopi, mie instan, catering dll

3. Nutrisi atau suplemen untuk meningkatkan imunitas: Vitamin C, madu, jamu-jamuan, immune booster dll

4. Sarana dan media komunikasi: Internet, aplikasi bertukar pesan, meeting online (seperti Zoom)

5. Antar jemput barang: seperti Go Send, atau kurir lokal

6. Home Entertainment and Education pembunuh kebosanan: Game edukasi, home theatre, rental film online, mainan anak dll

Coba evaluasi lagi produk kita. Apakah sudah FIT dengan kebutuhan market saat ini. Jika sudah tepat, effort marketingnya gak terlalu susah.

Beri tahu orang sebanyak-banyaknya, terutama di wilayah sekitar bisnis kita kalo kita tetap buka dan melayani kebutuhan produk ini. Jika produk kita masuk kategori tidak mendesak ada dua opsi yang bisa kita lakukan.

Totally doing nothing, dengan konsekuensi merumahkan karyawan dan hilangnya revenue. Take action dengan ikut mengambil peran positif dan berkontribusi.

Pertama ini adalah momentum yang tepat untuk melalukan Brand Marketing sambil berbuat kebaikan.

Brand yang kita bicarakan sebelumnya Aulia Fashion memproduksi 13 ribu masker bukan untuk dijual, tapi untuk dibagikan gratis. That’s generosity atau kemurah hatian. Semangat ingin yang besar untuk berbagi di masa krisis

Ada Brand seperti Wings, pemegang Brand merek NUVO yang ikut memproduksi hand sanitizer besar-besaran dan tetap dijual dengan harga wajar lewat saluran distribusi mereka

Atau SOHO pemilik brand IMBOOST yang produknya banyak ditimbun orang, tapi tetap berusaha memproduksi dan menjualnya dengan harga normal, dan mewarning spekulan produknya

Jika kita belum mampu produksi, bisa mengambil peran dibidang distribusinya, penghubung antara produsen dengan market yang membutuhkan. Memberikan gratis itu keren jika kita memang memiliki resource berlebih

Membeli dan menjual lagi dengan untung yang wajar, tidak berlebihan itu juga keren karena bisa membantu memperkecil ruang para spekulan, penimbun kapitalis yang mengambil untung dari penderitaan orang.

Banyak peran yang bisa kita ambil di situasi seperti ini. Mebuat roda bisnis kita tetap berputar sambil membantu ketersediaan barang di market.

Di sisi yang lain, karyawan Anda tetap bisa menerima gaji dengan layak dan tak lagi menjadi beban perusahaan. Jadi perlukah strategi khusus menghadapi situasi krisis seperti ini.

Mengevaluasi lagi produk kita apakah masih fit atau pas dengan kebutuhan pasar bukanlah strategi baru.

Masih strategi yang sama dan ada di modul Pre Launch Marketing (PLM) – Praktik Growth Hacking yang teman-teman sudah beli itu. Strategi disana masih sangat valid untuk diterapkan di situasi seperti ini

Bahkan ini adalah momentum untuk menambah market share bisnis kita jika core bisnis kita sudah match dengan kebutuhan pasar. Meningkatkan volume penjulan, memperluas jangkauan pasar, menambah jumlah customers

Jika belum benar-benar match pun, ini tetap menjadi peluang yang baik untuk growing prospek dan customers. Ketika situasi sudah kembali normal, mereka akan menjadi prospek berkualitas untuk bisnis kita yang lama

Minimal untuk membangun Brand Awareness, membuat Brand Anda dikenal lebih banyak orang lagi. Masalah hanya akan menghampiri orang yang tidak mau bergerak dan terus menyalahkan keadaan

Atau mereka yang sudah paham kalau produk nya sedang gak fit di market, tapi masih membuang-buang resource buat mempromosikannya. Jika kita masuk kategori seperti ini, sungguh diam itu lebih baik

Jadi semua akan dikembalikan lagi ke kita. Strategi masih sama, mulai lagi dengan Product Market Fit. Setelah itu lanjutkan dengan step praktik growth hacking yang lain..

  • Segmentasi dan Targeting
  • Akusisi Pelanggan
  • Aktivasi Pelanggan
  • Retensi Pelanggan
  • Revenue Generation
  • Drive Referrals
  • Evaluasi dan Optim

Insya Allah semua ada di modul penjelasannya

Silahkan di explore ya.

Semoga bisnis teman-teman bisa terus bertahan dan bertumbuh ditengah situasi seperti ini

Stay positive and grow

Salam Nginbound
Sam Ipoel

Note:
Buat yang masih belum punya modulnya masih bisa order di link berikut bit.ly/pesanmodul_plm

Source: KLIK DISINI

Kita Masuk Madzhab Yang Mana, Optimism Atau Positivity?

Kita Masuk Madzhab Yang Mana, Optimism Atau Positivity?

KITA MASUK MADZHAB YANG MANA, OPTIMISM ATAU POSITIVITY?

Kali ini saya akan share tentang beda antara Madzhab OPTIMISM and POSITIVITY. Dua hal yang nampak sama, tapi sama sekali berbeda

Menurut penulis kenamaan Simon Sinek, pemahaman yang salah terhadap dua hal ini akan berdampak pada action yang kita ambil nantinya

Apa yang membedakan kedua kata tersebut “ACCEPTANCE” atau penerimaan keadaan. Optimisme itu adalah sebuah keyakinan akan masa depan yang lebih baik

Artinya ia menerima dan mengakui jika situasi yang sekarang berbeda dari yang kita harapkan. Berpikir optimis artinya, jika saya memberikan respon dengan melakukan action yang berbeda pada situasi yang sekarang, maka hasilnya akan lebih baik

Intinya disini ada respon yang berbeda terhadap situasi yang berjalan tidak semestinya

Lain OPTIMISM lain pula POSITIVITY

Kalau positivity itu sikap selalu berpikir positif tanpa mau tahu situasi dan kondisinya seperti apa. Pokoknya berpikir positif aja, semua baik-baik saja

Tidak ada “acceptance” atau penerimaan terhadap situasi saat ini. Karena ia masih berpikiran segala sesuatu masih berjalan seperti biasa, karena ia sendiri tutup mata

Bahkan berpikir kalau orang-orang yang share berita-berita kewaspadaan terhadap berita crisis sebagai orang yang paranoid. Bagi pebisnis, sikap perbedaan mental optimisme dan positivity ini berdampak sangat signifikan bagi pebisnis

Pebisnis yang optimis akan sepenuhnya sadar dan menerima bahwa situasi yang mereka hadapi sekarang berbeda

Bagi mereka yang bidang bisnisnya berada di “Green Zone” atau diuntungkan dengan situasi seperti ini, akan fokus meningkatkan produktivitas, menambah kapasitas produksi sambil menekan cost sebagai respon terhadap demand tang melonjak secara eksponensial

Bagi pebisnis yang berada di “Red Zone” dimana produknya tidak menjadi prioritas di market akan merespon dengan hal yang berbeda pula, namun tetap terencana dan terukur

Mereka bisa bergeser sementara ke “Green Zone” dengan ikut produksi, atau menjadi bagian di rantai distribusinya, mempertemukan demand dengan supply

Yang bermasalah adalah ketika pebisnis penganut fanatik madzhab positivity. Tidak sadar dan tidak mau tahu kalau bisnisnya sedang berada di zona merah dan terus memaksakan “push the product to the market”

Meskipun sedang tidak cocok antara prioritas kebutuhan pasar dengan produk yang mereka tawarkan. Ketika mereka omset menurun, daya serap pasar melemah, mereka malah gelontorkan budget promosi, diskon besar-besaran

Bukan untung yang akan didapat malah marketing cost yang akan makin membengkak. Yang tidak bisa dipahami adalah mereka yang sama sekali tidak mau tahu dengan kondisi sekarang

Hanya modal berpikir positif tidak ada action apa-apa. Sambil terus berharap semua akan membaik dengan sendirinya. Pola pikir kita akan mempengaruhi response kita terhadap situasi krisis seperti ini

Optimisme YES
Positivity NO

Salam Nginbound
Sam Ipoel

bit.ly/inbound_strategy

Source: KLIK DISINI

Mensiasati Marketing Buat Pebisnis Property Di Era Krisis

Mensiasati Marketing Buat Pebisnis Property Di Era Krisis

MENSIASATI MARKETING BUAT PEBISNIS PROPERTY DI ERA KRISIS

Problem terbesar pebisnis property di masa krisis saat ini merubah mindset, madzhab positivity, hanya berharap situasinya cepat membaik, tapi melakukan strategi business as usual, strategi yang lama, tanpa perubahan, tanpa penyesuaian sebagai respon terhadap situasi krisis seperti sekarang. Lalu bagaimana cara Mensiasati Marketing Buat Pebisnis Property Di Era Krisis

Contoh: Kita kita mendapati jualan properti sedang lesu, omset menurun, yang kita lakukan kita cuma gencarin promo

Diskon besar-besaran, jumlah sebaran titik iklan ditambah, baik online maupun offline. Dampaknya tidak akan menolong banyak ke penjualan. Malah cost marketing kita yang akan semakin membengkak

Kalaupun terjadi closing, tentu saja marginnya sudah jauh berkurang. Graphic sudah pernah sy share di grup ini juga ga ya? Saya suka banget dg grafik ini

Judul aslinya: “Decoding the economic of Covid-19. Potential Winning and Losing Sectors in Egypt in the short term”

Pemetaan sektor-sektor industri ini dibuat untuk Mesir oleh Egypt Financial Consultant, badan penasehat keuangan mereka. Tetapi ketika diimplementasikan ke negara yg lain, masih sangat valid.
Dan bisa menjadi panduan yang mudah untuk menysun strategi sebagai respon menghadapi situasi krisis

Kalo secara garis besar sektor industri bisa kita bedakan jadi dua. Ada Green Zone, zona hijau, yang paling diuntungkan dengan krisis ini

Ada Red Zone, zona merah, bisnis-bisnis yang sangat terpukul dan bahkan terpuruk dengan adanya krisis ini. Zona hijau ini bisnis-bisnis yang lagi dapat momentum. Lonjakan demandnya luar biasa

Bukan hanya puluhan atau ratusan persen, bahkan bisa sampai ribuan dan ratusan ribu persen. Terutama di zona hijau paling ujung, medical supply and services

Alat Perlindungan Diri seperi masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, baju hazmat dll

Ekspor Indonesia untuk memenuhi kebutuhan ini, bulan Januari dan Februari 2020 saja melonjak sampai 500ribu persen naiknya

Untuk memenuhi permintaan China, Singapura, Malaysia, Hongkong. Belum permintaan dalam negeri sendiri. “Safety” menjadi kata kuncinya

Secara default, masih menurut grafik diatas, Construction and Real Estate ada di Zona Merah juga, tapi bukan yang paling bawah

Artinya property bagi pebisnis property dalam masa krisis ini sedang tidak menjadi prioritas kebutuhan pasar. Yang jadi prioritas tentu saja sektor-sektor di zona hijau sebelah kanan tadi

Kesehatan dan keselamatan, ketahanan pangan dan kebutuhan komunikasi. Jika kita adalah pebisnis yg berada di zona merah, maka ada beberapa opsi yang bisa diambil

01. Mengalih fungsikan property-propertynya untuk ikut menjadi supplyers kebutuhan di Zona Hijau

Membuat konsep rumah isolasi mandiri yang sangat nyaman. Seperti villa, cottage atau resort. Untuk membantu menyelesaikan shortage atau kelangkaan di bidang ini

02. Tetap dengan model lamanya, tapi adjustment di materi marketing dan promonya. Lebih menekankan pada issue-issue yang jadi concern di zona hijau

Menekankan bahwa kita bisa memenuhi dan mensolusikan tiga keresahan utama masyarakat diatas

Untuk keresahan atau pain point tentang kesehatan dan keamanan

Tunjukkan kepada market betapa ketatnya Anda melakukan pemeriksaan: kendaraan yang masuk, semprot disinfektan ke perumahan dan kendaraan masuk, pembagian masker ke seluruh penghuni, operasi untuk mencegah penghuni perumahan keluar rumah

Aktivitas-aktivitas seperti ini yang Anda gencarkan, kemudian Anda storytelling kan

Ini adalah moment dimana orang mau membayar lebih demi mendapatkan jaminan kesehatan, perlindungan dan keselamatan

Untuk probabilitas atau angka harapan hidup yang lebih tinggi

Intinya adalah tunjukkan ke market, bahwa perumahan Anda jauh lebih concern dan care terhadap kesehatan dan keselamatan warganya dibanding perumahan yang lain

Terkait isu ketahanan pangan.

Supermarket di perumahan siap mengantarkan pesanan kebutuhan sehari-hari Anda selama masa karantina. Bahan-bahan makanan pokok kita pastikan tersedia dengan harga yang wajar. Anda tidak perlu menimbun.

Terkait isu komunikasi. Anda bisa menambahkan gimmick, free internet atau WiFi gratis selama masa pandemik Covid-19

Disitulah budget marketing kita habiskan, demi menunjukkan bahwa kita lebih siap menghadapi situasi-situasi semacam ini dibanding perumahan atau developer yang lain

Apalagi jika story tentang perumahan Anda sampai viral, ini advantage banget buat Brand dari perumahan Anda

Opsi selanjutnya dalam Mensiasati Marketing Buat Pebisnis Property Di Era Krisis

03. Tinggalkan bisnis properti untuk sementara waktu, ikut memanfaatkan momentum memenuhi kebutuhan di zona hijau

Libatkan semua channel sales dan marketing yang kita punya. Goalsnya sederhana, membangun jaringan dan database prospek yang baru

Gak harus jadi produsen, yang penting bisa ambil bagian di rantai supply chainnya. Yang penting Anda bisa database end user yang baru

Sesuaikan barang yang kita jual atau distribusikan dengan segmen market yang akan kita sasar. Jika main di menengah bawah ya ambil di sembako dan sejenisnya

Jika main di menengah atas bisa ambil di produk-produk nutrisi, multivitamin untuk imunitas tubuh, sabun cair cuci tangan dll. Intinya sesuaikan produk dengan segmennya

Dengan begini kita akan kenal dan terkoneksi dengan lebih banyak orang, baik sebagai prospek maupun channel promosi yang akan membantu mereferensikan produk properti kita nantinya

Setelah masa Covid-19 usai, database ini yang akan kita aktivasi

Messagenya disini adalah meskipun property kurang begitu diuntungkan dengan situasi pandemik, jangan diam dan pasrah dan etep terus begerak

Minimal bikin sesuatu yang bagus buat branding brand perumahan atau properti kita

Bangun Brand Awareness, manfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kalau Anda lebih tanggap dan siap dibanding Brand yang lain

Silahkan banting setir dengan sebuah tujuan, growing your connection, and prospect database

Semoga sharing Mensiasati Marketing Buat Pebisnis Property Di Era Krisis bermanfaat

Salam Nginbound
Sam Ipoel

Source KLIK DISINI

INBOUND MARKETING ONLINE CLASS
bit.ly/inbound_storytelling